Kamis, 26 Maret 2009

LIVE IN (chapter 1)

15 Maret 2009, akhirnya hari naas itu tiba juga, setelah malam sebelumnya aku mengucapkan salam perpisahan pada peradaban. Aku menyusuri lapangan sekolah menuju bus yang akan menghantarkanku ke lokasi dengan hati galau bak seorang gadis yang tak rela menyerahkan keperawanannya sebagai tumbal demi kesejahteraan rakyatnya, hehehe. Setelah berjemur untuk menjaga keeksotisan kulit cantikku dalam sesi "apel pagi" seraya mendengarkan pidato "singkat" dari bapak berkaos "i love semarang", aku pun berangkat bersama partner partnerku menuju Desa Pakisan, Dukuh Seser, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Setibanya kami di Kantor Kecamatan, poin poin hidup prihatin ala Live In pun segera dilancarkan. Kami pun disuguhi pengalaman bertitel "Betapa Biadabnya Kau Membiarkanku Menunggu Sekian Lama Tanpa Kabar dan Pesan" dalam sesi menunggu Bapak Camat dengan durasi sekitar 3 jam. Entah setan apa yang saat itu bersemayam dalam otak Pak Camat sehingga dengan sadisnya membiarkan kami, 530 jiwa menunggu beliau sekian lama. Selain melatih kesabaran, sesi tersebut membuat kita sadar betapa tidak enaknya menunggu dan alangkah nikmatnya ditunggu, sehingga kami pun menyimpulkan "kalo kagak dateng juga, tinggal aja!" serta "tunggulah kedatanganku kawan, hingga kau membusuk dimakan dongkol". Seusai "Apel Serah Terima" yang ternyata saking tidak pentingnya hingga membuat kami makin jengkel itu berlalu, rombongan kami berpisah menuju pintu neraka masing masing. Tak lama, agak lama mungkin, kami pun tiba di Balai Desa disambut "entah siapa aku tak kenal". Setelah mendengar dan meresapi sedikit ceramah dari guru guru, satu persatu dari kami pun mulai raib dibawa oleh masing masing orang tua asuh ke peraduan, hehe.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berikan komentar, kritik, dan saran serta keluhan demi kenyamanan pengunjung sehingga kami dapat meningkatkan mutu pelayanan demi kepuasan pembaca